Tari Poco-Poco Meriahkan Malam Indonesia di Cornell University

Published
03/11/2011

Dalam rangka lebih memperkenalkan Indonesia kepada kalangan kampus, Cornell Indonesia Association didukung KJRI New York telah mengadakan acara Indonesian Night 2011 di Williard Center Hall, Cornell University, Minggu malam (6/3).  Acara yang diadakan di salah satu kampus universitas terkemuka di AS ini telah dihadiri sekitar 200 orang pengunjung dari kalangan mahasiswa Cornell University.  Tampak hadir juga dalam kesempatan tersebut Prof. Thomas Pepinsky, Associate Director of Cornell Modern Indonesia Project, dan Prof. Christopher Miller, dosen di jurusan Musik Etnik.

Acara Indonesian Night yang dibuat dengan format "sitting dinner reception" tersebut dibuka dengan penampilan tari Japong dan tari Rantak persembahan grup Saung Budaya New York, dilanjutkan kemudian dengan penampilan gamelan Jawa Cornell University "Gamelan Gendhon" pimpinan Prof. Christopher Miller.  Acara juga diisi dengan pemutaran video Indonesia kemudian ditutup tari Poco-Poco yang secara interaktif melibatkan tamu yang hadir. Penampilan gamelan dan tarian-tarian tersebut mengiringi acara makan malam dengan suguhan makanan khas Indonesia berupa nasi tumpeng lengkap yang disajikan di setiap meja.

Panitia juga membuka booth khusus menjual barang-barang kerajinan tangan Indonesia.  Hasil penjualan barang-barang tersebut akan disumbangkan kepada korban bencana di Mentawai dan Merapi. Dalam rangka menarik minat berkunjung ke Indonesia, kepada para hadirin dibagikan pula brosur wisata Indonesia termasuk juga brosur Darmasiswa. 

Cornell University, Ithaca, adalah salah satu dari 10 universitas terbaik di Amerika Serikat. Berdiri sejak 1865, Cornell University termasuk universitas tertua di negara bagian New York bahkan di AS dan dikatakan oleh ahli sejarah Frederich Rudolph sebagai “the first American University”. Sebagai universitas dengan international outlook yang tinggi, Cornell University merupakan tempat dari hampir 20.000 mahasiswa yang berasal dari sekitar 120 negara. Suatu jumlah yang menggambarkan keberagaman universitas tersebut.  Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas ini sekitar 50 orang, dimana hampir separuhnya merupakan mahasiswa S2 dan S3.

Dalam sambutannya, KJRI New York yang diwakili Konsul Pensosbud menyampaikan beberapa “kekuatan” Indonesia di berbagai bidang tidak saja seni budaya yang kiranya dapat mendorong para mahasiswa untuk mengambil studi tentang Indonesia.  Sebelumnya Profesor Thomas Pepinsky memberikan kata sambutan yang intinya selain memperkenalkan project yang dipimpinnya, juga mendorong para mahasiswa untuk bergabung dalam proyek tersebut. Cornell Modern Indonesia Project berada di bawah Southeast Asia Program yang hingga saat ini telah menerbitkan 70 studi analisis tentang Indonesia.

KJRI New York dalam upaya diplomasi publik dan pemberdayaan masyarakat selalu berupaya untuk berpartisipasi aktif dan mendukung dalam setiap kegiatan-kegiatan promosi yang dilaksanakan oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa yang sedang belajar di universitas-universitas ternama di AS.

Partisipasi KJRI New York dalam kegiatan Indonesian Night yang diorganisasikan oleh Cornell Indonesian Association ini sudah untuk yang kesekian kalinya dan diharapkan akan terus berlanjut di masa yang akan datang. Kegiatan ini dinilai sebagai sarana yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia dan menjalin persahabatan dan kerjasama dengan kalangan pendidikan, disamping sebagai upaya promosi pariwisata Indonesia. (sumber KJRI NY)