Pertemanan masyarakat Indonesia di Amerika | Blog

Published
01/09/2011

Tulisan ini bukan berdasarkan riset, tapi sebuah pengalaman saja. Tulisan ini juga tidak bermaksud membuat kotak antara  yang salah dan yang benar. Karena definisi salah dan benar sendiri juga tidak hitam putih. Saya hanya ingin menuliskan apa yang jam-jam belakangan ini saya rasa dan fikirkan.

Berawal dari pengamatan saya pada pergaulan kawan-kawan Indonesia saya di Amerika, wajar bila saya katakan bahwa pergaulan seseorang sangat tidak terlepas dari apa yang mereka percayai sebagai sebuah kebaikan atau tidak. Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya orang Indonesia jangan banyak bergaul dengan orang-orang Indonesia lagi. Menurut mereka, buat apa tinggal di Amerika kalo hanya berteman dengan kawan dari negara yang sama? Tapi di lain pihak ada juga yang sepertinya memang tidak bergaul dengan orang Amerika, karena kenyamanan dan sentuhan silaturrahmi hanya bisa mereka temukan di kalangan orang Indonesia saja.

Tentu saja, sebagai manusia dewasa, masing-masing orang berhak memilih dan melakukan apa yang baik menurut mereka. Apalagi masing-masing orang pasti memiliki alasan yang berbeda-beda untuk menentukan lingkaran pergaulannya. Tapi menurut saya, memilih dan melakukan yang dianggap baik, bukanlah konsep yang statis. Seseorang tidak bisa mengusung sebuah konsep yang tidak statis tanpa mau  untuk terus peduli, empati, belajar tentang orang lain, dan bergaul dengan banyak orang, sesama orang Amerika dan/atau dengan orang Indonesia sendiri. Alqur’an sendiri menjelaskan bahwa memang manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling kenal mengenal.

Read more http://nenengrosmy.wordpress.com/2010/11/01/pertemanan-masyarakat-indonesia-di-amerika/