Kawanua USA Rayakan HUT ke-5 di Philadelphia

Published
12/27/2010 by

Sekalipun peringatan HUT ke-5 Kawanua USA tahun ini diselenggarakan dengan sederhana di Philadelphia, Pennsylvania, suasana perayaan tetap hangat dan akrab. Tidak kurang dari 500 warga kawanua yang datang dari New York, New Jersey, New Hampshire, Florida, North Carolina dan California, serta kawanua dari Philadelpia sendiri turut menghadiri acara ‘bakudapa’ ini. Hadir juga Wakil Duta Besar (Deputy Chief of Mission) Harry Purwanto, Konjen RI di New York Kristio Wahyono, Assisten Athan Urusan Laut Kol.Desy Albert Mamahit serta sejumlah undangan lainnya. Dipandu oleh pembawa acara Jufry Wantah dan Meylinda Tyrok, hadirin bersama menyanyikan lagu ‘Opo Wananatas’ yang disusul dengan Doa Pembukaan oleh Pdt. David Ferry Tasik.

Menyusul sambutan Ketua Panitia Penyelenggara yang adalah juga Ketua Kawanua USA wilayah Philadelphia, Hendrik Raranta, dan sambutan dari Ketua Umum Kawanua USA Emile Mailangkay yang menandaskan pentingnya persatuan di antara warga masyarakat kawanua dalam lingkungan Kawanua USA. “Dengan bersatu banyak hal-hal konstruktif dan positif yang dapat kita kerjakan bersama,” ujarnya. Ia juga menghimbau agar warga kawanua di AS senantiasa saling mendukung dan ‘baku-baku tolong’, dan sikap ini tidak terbatas hanya pada warga kawanua saja, tetapi juga kepada sesama warga masyarakat Indonesia lainnya. Ia juga menganjurkan agar generasi muda lebih berperan aktif dalam mencapai tujuan bersama untuk kepentingan warga kawanua sendiri di AS dan di tanah Minahasa. Duta Besar Soemadi D.M. Brotodiningrat dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh DCM Harry Purwanto menyampaikan penghargaannya atas upaya dan kegiatan warga Kawanua USA untuk senantiasa merangkum dan merekatkan hubungan kekeluargaan dan persatuan di antara warga kawanua sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Malam kesenian seperti yang diselenggarakan malam ini, menurut Dubes adalah suatu inisiatif yang dihargai, khususnya dalam upaya untuk tetap memelihara akar budaya Indonesia di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk bagi mereka yang telah menjadi warga AS.

Kawanua USA merupakan salah satu wadah yang sangat potensial untuk memberikan kontribusi konkritnya di dalam upaya memupuk dan mengembangkan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesatuan sekaligus meningkatkan citra yang positif Indonesia di negara ini. Akan lebih bermakna lagi jika organisasi ini dapat menjadi tempat saling memberi kehangatan, tempat untuk saling memberi dorongan dan dukungan serta tempat untuk bertukar informasi yang berguna, dalam mendukung upaya mencari peningkatan kualitas diri masing-masing anggotanya dan segenap insan Indonesia lainnya yang berada di negara ini demi untuk mencapai kehidupan yang lebih cerah, baik ketika berada di negeri ini atau setelah pulang dan mendharmabaktikan tenaganya di tanah air. “Esok harus lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,” kata Dubes.


Malam peringtan HUT ke-5 Kawanua USA ini telah dimeriahkan oleh ‘Aquarius Band’ dibawah pimpinan Max Runtu dan musik Kolintang yang diasuh oleh Donny Tuju. Permainan kolintang kaum remaja dari perkumpulan ‘Matuari Washington D.C.’ dan lagu-lagu daerah oleh beberapa putri remaja telah turut meramaikan suasana malam itu. Keluarga Tirajoh juga telah mempersembahkan beberapa lagu dan tarian yang menarik.

“Noni Kawanua USA 2002’ Mieke Lomban yang hadir malam itu juga telah turut menghibur hadirin dengan menyanyikan beberapa lagu daerah. Juga telah turut meramaikan acara malam tersebut Wakil Dubes Harry Purwanto, Konjen Kristio Wahyono, Donatirin Sahadatun dari KJRI-NY dan Renata Hutagalung dari KBRI, yang melantunkan lagu ‘Indonesia Pusaka’ dan sebuah lagu lainnya.

Doa Syukur dan Syafaat telah dibawakan oleh Pdt. Johnny Kohdong, sedang doa makan dilayangkan oleh Pdt. Frangki Londah, sesudah mana hadirin makan bersama sambil beramah tamah.

Seluruh acara malam tersebut diakhiri dengan foto bersama. Wakil Dubes Harry Purwanto dan Konjen Kristio Wahyono, walaupun masing-masing harus pulang ke Washington D.C. dan New York malam itu juga, perjalanan yang memakan waktu k.l. 2.5 jam, telah tinggal sampai acara selesai pada pukul 11.30 malam.