Degung dan Jaipongan Memikat Kalangan Diplomat dan Pejabat di Los Angeles

Published
10/01/2010 by

Disaksikan sekitar 300 undangan dari kalangan diplomatik, para pejabat dari City serta County Los Angeles dan Perwakilan Negara Bagian California serta para undangan lainnya yang terdiri dari para pengusaha dan tokoh masyarakat di Los Angeles, degung dan jaipong serta tampilan Gamelan Bali tampil memikat di Wisma Indonesia pada tanggal 29 September 2010. Acara resepsi diplomatik tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan HUT RI ke-65 yang diselenggarakan oleh KJRI dan masyarakat Indonesia di Los Angeles (tiga kegiatan sebelumnya adalah rangkaian pertandingan olahraga dan permainan, upacara bendera dan Festival Indonesia 2010).

Acara resepsi diplomatik tersebut diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia dan AS, dilanjutkan dengan sambutan Acting Konsul Jenderal RI, Magdalena F.W. Tompodung, sambutan dan presentasi letter of proclamations oleh para tamu kehormatan, dan persembahan kesenian Indonesia yang meliputi Degung, Tari Jaipong dan Gamelan serta Tari Bali.

Hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus yang memberikan sambutan adalah anggota Parlemen Distrik 9, Mrs. Jan Perry, Kepala Protokol Kota Los Angeles, Elga Sharpe, Wakil Kepala Protokol Los Angeles County, Mrs. Lordes Saab, dan Deputy Director Perwakilan dari Kantor Gubernur California di Los Angeles, Mr. Alexander Kim. Tamu penting lainnya antara lain adalah para Konsul Jenderal Perwakilan Asing di Los Angeles, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Turki, dan lain lain, juga Direktur Departemen Perdagangan, Mr. Fred Latuperissa, Direktur LA Ports, Mr. Norman Arikawa, Direktur Economic Development Council Kota Murrieta, Mr. Bruce Coleman dan Managing Director Vnesto Capital, Mr. Ricardo Tejada.

Dalam kata sambutannya Acting Konjen RI, antara lain, menyampaikan mengenai tantangan dan capaian perjalanan 65 tahun Indonesia sebagai negara merdeka baik dalam membangun dirinya menuju bangsa yang mandiri dan demokratis maupun dalam kaitannya dengan hubungan luar negeri, terutama dengan AS. Terkait tantangan dan capaian pembangunan dalam negeri tersebut, antara lain dikatakan bahwa proses demokrasi yang hingga saat ini mencapai tahap konsolidasi telah dilalui dengan perubahan dan perjuangan yang kemudian menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Terkait tantangan dan capaian ekonomi, dikatakan antara lain mengenai GDP Indonesia yang tumbuh sangat baik (6,2% pada Q2 Tahun 2010) walaupun ekonomi dunia secara umum sedang dihadapkan pada resesi.

Mengenai hubungan Indonesia-AS, Acting Konjen RI menyampaikan bahwa masa sekarang adalah masa yang paling baik bagi kedua negara, tidak saja karena “Faktor Obama” tetapi juga karena kesamaan pandangan dalam beberapa platforms dan norma baik dalam konteks hubungan bilateral, regional maupun multilateral. Selain itu beberapa indikasi menunjukkan Indonesia dinilai sebagai mitra yang semakin penting oleh AS. Sedangkan Comprehensive Partnership yang akan menjadi payung kerjasama kedua negara juga dikatakan mempunyai arti strategis bagi hubungan bilateral RI AS ke depan. 

Para tamu kehormatan dalam sambutan singkatnya antara lain mengatakan bahwa Perwakilan Indonesia telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komunitas LA yang dicatat secara terus menerus mempromosikan keragaman budaya dan produk khasnya yang juga menjadi ciri LA County sebagai masyarakat yang sangat majemuk (Mrs. Jan Perry). Sementara itu Mrs. Lordes Saab menilai promosi aktif KJRI LA dinilai sangat positif. Mrs. Saab mengakui berkat promosi yang dilakukan KJRI dalam Festival Indonesia 2010, dirinya kini telah menjadi pecinta batik yang menurutnya sangat bagus dan tidak kalah bersaing dengan desain dan produk lain. Lordes Saab juga mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada KJRI atas keikutsertaan Indonesia dalam Festival Kebudayaan dan Pariwisata yang dilakukan oleh LA County pada bulan Agustus 2010.

Pertunjukan kesenian/budaya dalam resepsi diplomatik kali ini menampilkan Kelompok Degung Sekar Sunda dari San Diego, AS yang membawakan beberapa lagu pilihan seperti: Ayun Ambing, Lutung Bingung, Palsiun, Kadewan dan Lambang Parahyangan. Selain itu, acara resepsi diplomatik juga dihiasi dengan Tari Jaipong “Gerimis Munggaran” yang diperagakan oleh Ria Kania Suharto. Sebagai penampilan penutup, Kelompok Kesenian Burat Wangi yang dinahkodai Profesor I Nyoman Wenten dan berbasis di Los Angeles membawakan beberapa lagu instrumen dan tarian yakni Palawakya, Rejang Dewa, Merak Angelo dan Bapang Selisir. Perpaduan kesenian khas Jawa Barat dan Bali tersebut mendapat sambutan yang sangat meriah dari tamu undangan (ekon/kjri-la/2010).