Batik sebagai Warisan Budaya Dunia: Peluncuran American Batik Design Competition Wilayah NY

Published
04/28/2011

Di tengah dedaunan dan bunga-bunga musim semi yang tengah mekar di kota New York City, telah dilaksanakan peluncuran American Batik Design Competition untuk wilayah Pantai Timur Amerika Serikat pada tanggal 20 April 2011. Kompetisi yang merupakan prakarsa Duta Besar RI Washington DC, Dr. Dino Patti Djalal, ditujukan bagi warga negara Amerika Serikat berumur 16 tahun ke atas, yang memiliki perhatian dan semangat untuk mengenal budaya Indonesia, khususnya budaya batik.
 
Jumlah pengunjung yang hadir melebihi dugaan. Sekitar 120 hadirin memenuhi ruangan Pancasila Gedung - KJRI New York yang ditata apik untuk menunjukkan kekayaan budaya batik milik Indonesia. Berbagai batik khas daerah, seperti Batik Gentongan khas Madura, Batik Sekar Jagad dari Yogyakarta dan Batik Mega Mendung Cirebonan, dipertontonkan dalam sebuah pameran mini. Para undangan yang hadir tidak henti-hentinya menyatakan kekagumannya akan tingginya rasa seni dan ketelatenan para pengrajin batik Indonesia. Tidak heran, beberapa menyatakan ketertarikannya untuk turut melestarikan budaya Indonesia ini. Termasuk pengajar dari sekolah Fashion Design ternama di New York, menyatakan keinginannya untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam menjadikan batik relevan bagi masyarakat Amerika Serikat.
 
Dibuka dengan video presentasi “Remarkable Indonesia” dan “Batik Making”, para hadirin pun diajak untuk melihat betapa Batik telah mendarah-daging dalam diri rakyat Indonesia. Dalam sambutannya, Acting Konsul Jenderal RI pun menggarisbawahi kepemilikan batik oleh Indonesia. Semenjak lahir hingga mati, batik setia menemani setiap langkah kehidupan manusia Indonesia. Sungguh tepat apabila batik dinobatkan oleh UNESCO sebagai karya Indonesia yang merupakan warisan bagi dunia.
 
Duta Besar RI dalam pidatonya menyampaikan pentingnya peningkatan kerjasama budaya antara Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk dalam lingkup people-to-people contact sebagaimana nafas utama Comprehensive Partnership yang telah diumumkan oleh kedua kepala negara pada November 2010 yang lalu. Dalam konteks peningkatan kerjasama tersebut, Kompetisi Batik ini hadir. Selain untuk meningkatkan apresiasi masyarakat Amerika terhadap Batik Indonesia, kompetisi juga diharapkan dapat memperkaya khasanah budaya Amerika Serikat yang sarat dengan muatan dan campuran berbagai budaya. Diharapkan batik sebagai budaya Indonesia, dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Amerika Serikat, dan bahkan masyarakat dunia.
 
Semua penampilan pada malam launching juga bernapaskan batik: dari mulai gending Jawa yang ditampilkan oleh para pemain yang menggunakan busana batik, tari Yapong dan Merak yang menggunakan kostum batik, hingga pagelaran koleksi desainer kebanggaan Indonesia, Oscar Lawalata, yang keseluruhannya menyuguhkan batik dalam nuansa modern dan fashionable.
 
Antusiasme yang tinggi tercermin dari beberapa hadirin yang menyatakan tertarik untuk mengikuti kompetisi, maupun dari kontak yang dilayangkan ke KJRI keeseokan harinya setelah acara berlangsung. Diharapkan melalui kompetisi ini, Batik Indonesia akan lebih mendunia.  (Sumber : KJRI New York)